Cerita dewasa mesum ini adalah cerita sepasang kekasih yang bernafsu seks birahi pada hubungan mereka. Dari hubungan dimabuk cinta itu, sepasang kekasih ini selalu dihinggapi kisah-kisah romantis dan sampai juga pada perbuatan seks mesum yang dilakukan dengan nafsu birahi yang membara. Ngeseks mesum yang dilakukan pemuda dan cewek seksi bugil ini menjadi awal kisah cerita dewasa tanpa rekaman video 3gp terbaru seperti saat ini.

Kasih sayang dengan nikmat ngeseks yang dilakukan seperti tidak megindahkan arti percintaan sesungguhnya. Mereka hanya mengadakan kedepan nafsu birahi seks mereka sebagai alat untuk cinta kasihnya. Padahal cerita seks dari hubungan kasih sayang adalah sangat indah, dengan norma baik. Seperti apa cerita dewasa seks mesum yang selengkapnya, baca terus dibawah.

Devi dan Sony adalah dua remaja yang sedang dimabuk cinta, keduanya mengagungkan kesetiaan dan ketulusan dalam mengarungi perasaan kasih sayang yang selama ini menghinggapi kedua sejoli itu. Hubungan mereka telah terjalin selama 3 bulan dan dipenuhi dengan kisah-kisah romantis yang indah. Janji untuk saling setia dan mengasihi selamanya sampai ajal menjemputpun diucapkan. “Dev!, Aku punya kaset CD menarik yang bercerita tentang gejolak cinta anak muda Amerika!”, Kata Sony kepada Devi saat istirahat di sekolah. “Wah menarik sekali! Ingin rasanya aku menonton”, respon Devi penuh antusias. “Kalau begitu habis sekolah kita nonton bareng di rumahku, kebetulan rumah sedang kosong, Mama dan Papa sedang ke Medan, kakakku ke Surabaya ngurus skripsinya, pembantu pulang kampung jadi aku sendirian nich!”, tawar Sony pada gadis cantik di depannya.

“Cihui!, Kita bisa bebas dong, nggak ada mata sinis atau muka cemberut dari ortumu!”, teriak Devi kegirangan. “Jangan gitu dong!, jelek-jelek mereka orang yang memeliharaku lho”. “Maaf deh!, maaf aku hanya bercanda”. “Teet!”.., “Teet!” “Waduh bel masuk sudah berbunyi tuh! Yuk, kita masuk ke kelas! Oh ya, kutunggu kau di depan gerbang sekolah”. “Cup!”, Sony mencium kening Devi dengan mesra. “Saya mencintaimu Dev!”. “Saya juga mnecintaimu Son!”. Keduanyapun segera menghambur menuju kelas masing-masing.

“Ayo Dev masuk, nggak usah sungkan nggak ada orang kok, anggap aja rumah sendiri”, ajak remaja tanggung yang memiliki wajah mirip Keanu Reves kepada Devi, gadis bertubuh montok berwajah cantik yang berhasil digaetnya tiga bulan lalu dengan perjuangan yang gigih. “Aku ambil minum dulu, kamu langsung aja puter filmnya, ini CD-nya”. Tanpa diperintah lagi Devi langsung meraih kaset CD dari tangan Sony dan langsung memasukkannya dalam VCD Player yang ada di ruang keluarga.

“Gimana Dev filmnya, bagus nggak?”, tanya Sony saat keluar dari dapur dengan membawa sebotol air putih beserta 2 gelas. “Belum tahu dong, baru saja mulai”. “Wah!, bintangnya ganteng dan cantik lho Son, seperti kita berdua”. “Bisa saja kamu”.

Merekapun tampak asyik masyuk menikmati film di layar gelas 29 inci. Keduannya sangat mesra, mereka duduk dengan perpelukan, sesekali Sony mencium pipi Devi yang merah dan mulus, Devipun tak mau kalah, dia balas mencium. Siang itu agaknya dunia berpihak pada mereka. Suasana rumah yang sepi membuat mereka berdua leluasa menumpahkan kasih sayang selama ini terkekang oleh aturan orang tua. Namun canda dan tawa mereka tiba-tiba terhenti berganti dengan desahan-desahan halus dari speaker sub woofer TV, tubuh kedua remaja itu menegang, wajah mereka memerah seperti kepiting rebus, nafas mereka terdengar memburu. Tatapan mata mereka tertuju pada adegan film yang membuat jantung berdegup kencang.

Devi dan Sony tampak menghayati permainan dua insan berlainan jenis tanpa sehelai benang pun saling berpagutan, mengulum, berciuman, menjilati kemaluan, erangan halus dan desahan nafas bintang remaja amerika itu mematri amat kuat dalam ingatan mereka berdua. Nafsu birahi dua sejoli yang sedang dilanda kasmaran merambat naik membuat keduanya menggigil menahan gejolak yang sangat kuat. “Dev, aku mencintaimu, aku men.., men.., menyayangimu”, kata Sony dengan suara bergetar sembari mencium tangan Devi. “Aku jug.., juga cinta kamu Son”, kata Devi terbata-bata Keduanya saling berpandangan, nafsu birahi mereka mencuat dirangsang oleh tontonan yang aduhai dan memabukkan.

“Devi.., aku ingin kita bersatu jiwa dan raga”. “Maksudmu?”. “Aku ingin kita melakukan seperti difilm itu”. “Maksudmu hubungan seks!” kata Devi terkejut, Sony hanya menganggukkan kepala. “Tidak Son, Kita belum meni..” Belum selesai perkataannya, tubuh Devi menggigil hebat saat sangat Sony merayapi buah dadanya yang telah mengeras melalui sela-sela kancing baju. “Kau cantik Dev, aku ingin mencurahkan kasih sayangku padamu”, bisik Sony sambil lidahnya menjilati daun telinga Devi. “Son!, jang.., an Son jang..”. “Tidak Dev, kau adalah milikku, kita akan bersama selamanya dan tidak akan pernah berpisah”.

Devi tak kuasa menolak ajakan bejat dari Sony untuk melakukan hubungan badan, nafsu birahinya telah menguasai akal sehatnya. Sony mulai melakukan serangan kepada Devi, memory gerakan yang ada difilm segera saja dipraktekkan. Sony memagut bibir Devi dan Devipun membalas dengan hangat, keduanya saling mengulum dan berpelukan mesra. Walau masih pelajar SMU tangan sony telah terampil untuk membuat rangsangan dahsyat ke tubuh Devi yang sintal dan mulus itu. Satu persatu kancing baju seragam Devi dilepasnya dan kini tampak kutang berwarna putih menyembuh keluar. Melihat kutang Devi, Sony tak tahan lagi, dia langsung melepas kutang itu dan membenamkan wajahnya di buah dada yang ranum milik Devi. Disedot-sedotnya puting susu Devi yang kenyal.
“Ahh.., uuh.., ahh.., uuh”, Devi tampak mengerang keenakan ketika tangan kiri Sony mulai meremas-remas buah dada Devi dan mulutnya menyedot puting susu Devi.Perlakuan itu membuat nafas gadis cantik yang masih perawan itu memburu dan tubuhnya menggelinjang tak karuan. “Son.., uhh.., ugh.., ahh!”, mulut Devi menganga saat mengerang menahan hentakan nafsu dan aliran hawa aneh yang belum pernah dia rasakan selama ini.

Mendengar erangan Devi yang erotis membuat penis Sony mengeras dan menegang. Penis yang selama ini hanya dipuaskan dengan tangan, agaknya akan menemukan lubang fantasi yang sebenarnya telah diinginkannya sejak lama. Nafasnya memburu peluh mulai bercucuran seiring dengan naiknya panas tubuh mereka. Sony mulai menyusuri tubuh Devi yang montok, dia mengendus-endus dan mencium serta menjilati perut Devi, membuat gadis berumur 17 tahun itu kegelian dibuatnya. Rok abu-abu yang masih melekat segera dilepas Sony dengan setengah paksa.

“Dev, kau cantik sayang, tubuhmu indah, hmm, nikmat!”, rayuan gombal Sony membuat perasaan Devi melambung menembus awang-awang. “Son.., lakukanlah!, lakukanlah!”. “Sabar Dev, kita akan bersama-sama menjumpai kenikmatan yang maha dahsyat yang belum pernah kita rasakan. “Agghh.., ughh.., uuh.., ahh”, tubuh Devi menggelinjang, nafasnya memburu dan dari mulutnya keluar erangan kenikmatan saat tangan nakal Sony meremas vagina Devi yang masih tertutup celana dalam berwarna hitam. Lelaki berumur 19 tahun itu menindih tubuh kekasihnya, ditatapnya wajah cantik dengan bibir merah merekah dengan mesra.

“Buka matamu Dev, rasakan aliran nikmat yang terus menerjang dan mendesak-desak tubuh kita”, pinta Sony saat melihat mata Devi terpejam karena tak kuasa menahan kenikmatan yang asing dan baru pertama kali ini dia rasakan. “Bagaimana sayang, kau bahagia?”, tanya lelaki itu sembari tersenyum romantis. “Kau nakal Son?, Kau membuatku lupa diri”. “Aku ingin membahagiakanmu Dev”. “Uuuh.., aah.., uhh”, Devi kembali mengerang saat lehernya digigit lembut oleh Sony. “Dev, bantu aku membuka bajuku”. Gadis yang telah memuncak birahinya itupun langsung membuka kancing baju pacar yang menindih tubuhnya. “Jangan gitu dong Son, bajumu nggak bisa kulepas, jangan menciumi aku dulu”. “Oh Sorry, habis kamu cantik sih”, keduanya langsung tertawa cekikikan. “Oke, aku buka sendiri deh”, setelah berkata begitu Sony langsung melepas baju dan celana panjang sehingga kini dia hanya memakai celana dalam saja dan tampak kepala penisnya menyembul keluar seakan mau berkata kalau dia sudah siap untuk bertugas.

Tanpa kompromi lagi, dia langsung menghujani ciuman ke leher, bibir dan buah dada Devi dengan penuh nafsu, digelutnya tubuh gadis yang membuatnya mabuk kepayang itu dengan aroma birahi. Keduanya bergulingan di lantai, mereka sudah tidak mempedulikan sekelilingnya, film dari VCD yang masih berlangsung sudah tidak menarik lagi bagi mereka, benda-benda di sekitar ruang keluarga menjadi saksi bisu bagaimana Sony dan Devi memburu kenikmatan yang hanya diperbolehkan bagi mereka yang telah resmi menjadi suami isteri. “Dev, Hmm”. “Sony.., kau hebat aku bangga padamu”. “Auuhh.., aghh.., uhh”

Kembali Sony menyusuri lembah-lembah misteri di tubuh devi, dan sampailah kini dia di lembah yang paling rahasia bagi kewanitaan Devi, Vagina, kulit paha yang putih mulus membuat penis Sony mengangguk-angguk dengan hebat, CD-nya sudah tidak sanggup menahan desakan penis yang telah membesar itu. Celana dalam Devi yang masih membungkus vagina segera dilepas Sony dan tampaklah vagina Devi yang memancarkan cahaya birahi amat kuat, membuat Sony kelabakan. Nafsu Sony bertambah beringas melihat vagina yang ditumbuhi bulu-bulu halus, ditekuknya lutut Devi dan dibukanya paha Devi. Sony melihat daging merah ranum yang membuatnya menelan ludah. Tanpa ba.., bi.., Bu lagi dibenamkannya kepala Sony diantara kedua paha Devi. Dijilatinya selakangan Devi, kemudian disedotnya bibir vagina yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu, klitoris Devi menegang jadinya, Sony pun tanggap bahwa Devi telah meningkat birahinya dan diapun langsung menggetarkan klitoris itu dengan telunjuk kanannya, membuat vagina devi semakin membesar dan mengencang.

Tak lama cairan bening vagina tanpa permisi mengucur deras membasahi bulu-bulu lembut yang ada di sekeliling bibir vagina, bahkan sebagian tumpah membasahi lantai keramik ruang keluarga tempat kedua remaja itu memadu cinta. Sony pun segera menghisap cairan itu dan menyedotnya sampai licin tandas. “Uuuenak tenan Dev, manis, asin dan gurih”, kata Sony, mendegar perkataan kekasihnya Devi tersenyum bangga. Sony kembali menggetarkan klitoris Devi, diapun mengkombinasikan dengan sedotan pada puting susu Devi yang mengeras. “Uuuh.., ughh.., aahh”, tubuh Devi menegang dan menggelinjang dengan dahsyat, kedua tangannya menjambak rambut Sony yang sedang asyik mengulum susu putihnya. “Son, masukkan penismu Son dalam vaginaku.., cepat Son.., cepat.., aku akan.., aah.., aahh.., uhh.., auughh.., auu”, erangan Devi kali ini lebih keras dari sebelumnya, tubuhnya berguncang hebat, lenguhan panjang keluar dari mulutnya. Dia orgasme! .

Setelah Devi tenang, kembali Sony menindih tubuh Devi yang telah bugil.
“Sabar Dev, ini baru permulaan, kita akan merasakan kenikmatan yang lebih nikmat lagi”. Diciumnya gadis yang dicintainya itu dengan kasih sayang, Devi kelihatan tampak puas setelah dia menggapai bintang-bintang lazuardi di langit kenikmatan.
“Ok Dev, sekarang gantian kau yang merangsangku”, Sony meraih tangan devi, diapun duduk di Sofa. “Dev, Kamu pintar berkaroake kan?, Nah sekarang penisku kamu buat karaoke Dev, jilatilah dan kulumlah”, pinta Sony pada Devi yang masih terlihat merem melek. Sony langsung melepaskan celana dalamnya sendiri dan tampaklah penis yang besar dan panjang bagaikan pisang raja sehingga membuat Devi sedikit ragu untuk mendekat. “Jangan takut Dev, tidak apa-apa, Ini milikmu, kau berhak memiliki dan menikmati penisku Dev”, kata Sony sambil menarik kedua tangan Devi dan dilekatkan pada penis yang kekar itu

Devi pun mulai terbiasa dan dia langsung menjilati kepala penis dengan antusias dan penuh birahi, membuat Sony merem melek keenakan. “Terus Dev.., teruus.., oohh.., uuhh nikmat”. Dikulumnya Kepala penis itu dan disedotnya dengan mulut Devi yang membuat tenaga Sony seakan-akan luluh lantak, diapun mengerang dan menggelinjang menahan birahi yang sangat dahsyat. Devi yang sudah mulai mengikuti irama seks Sony melancarkan serangan, dia menjilati scrotum Sony, rambut kemaluan yang lebat tak luput dari tangan terampil Devi membuat Sony kelabakan dan ngos-ngosan. Setelah beberapa lama Devi mengaduk-aduk dan membelai dengan sentuhan nafsu yang ganas penis Sony, tubuh Sony pun bergetar hebat, dia merasakan aliran aneh menyusup di sekujur tubuhnya mulai dari ubun-ubun sampai ujung kaki, tubuh Sony berguncang dengan keras membuat sofa tempat dia duduk mengeluarkan bunyi nyaring.

“Dev.., ooghh.., ughh.., Dev.., kau.., kau”. “Croot.., croot.., crot”, sperma Sony menyembur ke dalam mulut Devi membuat gadis bertubuh putih mulus itu tersedak. “Wah sperma mu banyak banget Son, membuat aku tersedak nih, tapi rasanya Oke punya lho, hmm aumm”, kata Devi sambil menjilati sisa sperma yang masing ada dikepala penis, disedotnya batang penis Sony hingga cairan spermanya keluar semua dan Devi pun segera menelannya. “Kau hebat Dev, kau cantik”, rayu Sony di atas sofa dengan lirih sembari tangannya membelai lembut rambut gadis yang telah membuatnya orgasme. “Kau masih kuat Dev?”. “Tentu Son, kau belum memberiku kenikmatan sejati, penismu belum melaksanakan tugasnya”. “Ohh Devi, kau benar-benar pengertian sayang”. Sony pun kembali memeluk Devi dan menjilati telinga kanannya hingga membuat Devi menggigit puncak Sony karena kegelian. “Aduh.., aduh sakit nih”. “Habis.., kau nakal”.

Sembari duduk kedua remaja yang telah terbuai nikmatnya seks itu melakukan percumbuan tingkat tinggi, naluri seksnya sangat kuat, khayalan seks yang selama ini hanya di angan-angan saja mulai dipraktekkan, membuat permainan seks mereka sangat profesional, gerakan erotis, cara merangsang pasangan, erangan-erangan yang memabukkan mereka mainkan. Teknik-teknik yang didapat dari nonton blue film, foto erotis di internet, juga buku-buku porno, seks education membuat mereka mahir walau pertama kali mereka melakukan aktivitas seks sebenarnya.

Kembali Sony berpagutan dengan Devi, dilumatnya bibir merah merekah milik Devi, lidahnya mulai menggelitik rongga mulut Devi, menggigit dengan lembut lidah Devi membuat gadis seksi itu semakin terbakar birahinya. Tangan nakal Sony meremas dengan kuat buah dada yang mengeras dan menantang milik Devi, kali ini si empunya sedikit meringis kesakitan namun rasa nikmat mengalahkan rasa sakit itu, leher Devi pun tak luput mendapat gigitan lembut Sony, Devi pun menggelinjang keenakan. Gadis yang sintal itupun tidak mau hanya pasif, dia menanggapi permainan Sony, tangan kanan Devi mengocok penis Sony, membuat batang penis Sony menjadi sangat keras seperti batangan logam sedang tangan kirinya menjambak rambut Sony sehingga membuat lelaki yang memiliki dada bidang itu kelojotan dibuatnya.

“Dev kau siap Dev, penisku akan kumasukkan dalam vagina sucimu”, bisik Sony di telinga Devi. “Masukkan saja Son, aku telah siap”, jawab Devi dengan terpejam, dia sudah terbang ke surga dunia. “Kau tak menyesal Dev kehilangan keperawananmu?”, tanya Sony ragu. “Tidak Son, semua telah telanjur, aku sudah merasakan betapa nikmatnys seks yang membuat diriku seperti terbang di awang-awang”. “Devi kau sungguh nekat”. “Demi kau Son, Demi kita, Demi cinta kita!”, jawab Devi. “Aku mencintaimu Dev, kita kan bersama selamanya”. “Ahh uggh.., uuhh.., agh.., uhh.., aahh”, Devi mengerang dan tubuhnya berguncang saat Sony mempermainkan klitorisnya dengan jari telunjuk, digetarkannya klitoris Devi lebih keras lagi. Sony ingin agar vagina gadis yang telah menyerahkan jiwa dan raganya itu menjadi lebih basah sehingga dengan mudah penis yang berukuran “bangkok” miliknya bisa menembus benteng kesucian devi.

Usaha remaja itu agaknya menemukan hasil, cairan vagina Devi tumpah meluber membasahi lantai dan jari telunjuknya, kemudian dia meremas vagina itu dengan sedikit keras sehingga membuat Devi mengeluarkan lenguhan kenikmatan. Ditekuknya kaki Devi dan dibukanya paha mulusnya sehingga tampak vagina yang menganga, lubang vagina Devi bertambah besar seakan memanggil-manggil untuk segera dimasuki. Sony yang melihat hal itu semakin bernafsu untuk segera menuntaskan permainan, dipegangnya penis yang menjadi kebanggaannya selama ini dan dilekatkannya di mulut vagina Devi, Sony menarik nafas dan matanya terpejam, diapun mulai mempersiapkan diri untuk menjebol keperawanan Devi dan mengakhiri masa perjakanya, dia tidak peduli apa kata orang nanti, yang dia rasakan kini adalah kenikmatan dan kenikmatan yang amat sangat yang tidak bisa dia lukiskan. Dengan pelan dan pasti penis Sony mulai menusuk daging merah ranum milik Devi yang telah menanti untuk dikunjungi.

“Aduh sakit Son.., sakit!”, rintih Devi kesakitan saat kepal penis Sony mulai masuk ke liang vagina Devi. Sony tampak terkejut mendengar rintihan Devi, dia tidak menduga walau telah banyak cairan vagina Devi yang keluar, Devi masih merasakan kesakitan. Sony pun cepat tanggap kepala penis yang sudah masuk dibiarkan bertahan dalam vagina, tubuhnya direbahkan menindih tubuh Devi dengan siku dijadikan penyangga agar gadis yang dicintainya itu tidak tersiksa. “Tenang Dev, tidak apa-apa kok!, sakitnya hanya sebentar setelah itu kenikmatan dahsyat yang akan kamu rasakan”, bisik Sony sambil menjilati daun telinganya membuat Devi mengerang halus. Sony mulai memutar-mutar pantatnya sembari tangan kananya meremas payudara Devi. “Uuuhh.., ahh.., ughh.., ohh, nikmat sekali Son, teruuss.., teruss.., ahh”, desis Devi yang kembali merasakan kenikmatan, kedua tangannyapun segera memeluk tubuh kekasihnya yang telah memberi kenikmatan dunia itu.

Putaran pantatnya membuat penis Sony seperti mengaduk-aduk vagina Devi. Vagina Devi seakan-akan menyedot dan memijat penis kekar Sony membuat keduanya terbang ke surga loka. Kedua tangan Devi ikut pula meremas-remas pantat Sony hingga lelaki itu mendesis-desis mengeluarkan energi birahinya yang mau meledak. “Dev.., oh.., uuhh”, gerakan batang penis Sony semakin cepat, kali ini sudah tidak berputar namun naik turun mencoba menerobos masuk vagina Devi. “Krek!”, “Kreek!”, “Bless!”. Robek sudah selaput dara Devi ditembus penis Sony, rasa sakit tidak lagi dirasakan Devi, yang ada kini cuma rasa nikmat yang luar biasa yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Gerakan naik turun pantat Sony diimbangi naik turunnya pantat Devi, keduanya semakin kompak untuk memburu kenikmatan surga dunia. “Uhh.., aahh.., ugghh.., oohh”. “Hmm.., aumm.., aah.., uhh.., oohh.., ehh”.”Soon.., uuhh.., ssoonn.., ahh”. “Deevv.., auhh.., ohh.., Devii kau”.

Untuk menambah daya nikmat, Sony menaikkan kedua kaki Devi di atas pinggulnya sehingga jepitan Vagina terhadap penisnya semakin kuat. Tangan Sony meremas payudara montok Devi dan mulutnya memagut dan melumat habis bibir Devi membuat tubuh Devi memakin menegang. “Soon.., oohh.., aahh.., ugghh.., aku.., au.., mau.., ah.., ahh.., ah.., ah.., uh.., uhh”, tubuh Devi menggelinjang hebat, seluruh anggota badannya bergetar dan mengencang, mulutnya mengerang, pinggulnya naik turun dengan cepat dan tangannya menjambak rambut Sony. Kemudian memeluk tubuh Sony dengan erat. Devi telah mengalami orgasme.

“Dev.., ohh dev.., aku jugg.., juga mau keluar.., ahh.., aahh.., ahh.., uhh”, gerakan pantat Sony semakin cepat, batang penisnya terlihat keluar masuk di liang vagina, denyutan vagina yang memijatnya membuat dia keenakan. “Croot.., croot.., crott”, sperma Sony keluar dengan cepat dan dia tidak sempat mencabut penis dari vagina Devi sehingga sperma itu tumpah di dalam lubang vagina. Rasa panas di ujung kemaluan mereka rasakan, keduanya saling berpelukan erat dan kedua mata mereka tampak terpejam seakan menghayati tetesan nikmat yang baru saja mereka peroleh. “Kau cantik Dev!, Kau hebat!, aku puas Dev”, kata Sony kepada Devi yang masih terpejam, dilumatnya bibir gadis yang telah rela dia perawani itu dengan kasih sayang. “Plop”, Suara yang mengiringi keluarnya penis Sony dari lubang vagina Devi.

Kedua remaja yang telah bercinta itu tampak telentang dengan nafas masih terdengar ngos-ngosan, tubuh mereka bugil tanpa sehelai benang pun. Penis Sony masih terlihat menegang, menjulang seakan belum puas dengan tugas pertamanya. Sedang Devi telentang dengan peluh yang bercucuran, dari lubang vaginanya tampak bercak darah yang keluar. Ya.., darah perawan Devi yang telah pecah di siang itu dan Devi pun telah merelakannya demi kekasih tercinta. Sperma Sonypun tampak meleleh keluar dari dari lubang vagina Devi dan membasahi lantai.

Sony dan Devi masih membiarkan tubuh mereka bugil dan menghayati serta merasakan kenikmatan yang luar biasa dan baru mereka dapati. Apakah mereka akan melanjutkan ke babak kedua dan apakah pengalaman pertama ini membuat mereka menjadi ketagihan, ketagihan dan ketagihan untuk terus bercinta dan berhubungan seks dengan lebih dahsyat lagi. Entah hanya mereka yang tahu.

Originally posted 2011-11-26 17:20:00.

Written on May 20th, 2012 , Uncategorized Tags: , , ,

Panggil saja aku Fire. Karena aku tidak ingin menjadi siapapun juga kecuali menjadi api. Yang selalu membakar dan menggairahkan. Awalnya aku tidak menyadari bakat (atau kelainan) ku ini. Aku adalah seorang gadis yang baik-baik saja dari kecil hingga dewasa. Namun ketika pertama kali aku mengenal seks, aku temukan yang hilang dalam diriku.

Kulepaskan keperawananku pada pacar pertamaku. Vega namanya. Sejak awal ia memang hanya iseng padaku. Teman-temanku berkata bahwa ia hanya akan memacariku sampai aku melepaskan keperawananku padanya. Saat itu, pulang sekolah, seperti biasa ia menjemputku. Kebetulan orang tuaku sedang keluar kota. Aku tahu bahwa ia tidak akan mengantarku pulang.

Ternyata benar. Ia membawaku ke sebuah motel. Dengan gayanya yang sok Don Juan, ia melepaskan pakaianku. Saat itu yang ada dalam kepalaku hanya perasaan ingin tahu. Lalu Vega menelanjangiku, dan menidurkan aku ke atas ranjang. Kubiarkan ia meremas remas payudaraku yang besar (36B). Ada rasa aneh seperti menggelitik saat itu. Vega menciumi dan menjilati puting susuku. Lalu tangannya yang satu lagi menjalar ke vaginaku. “Akhh..” tak terasa aku mendesah. Lidah Vega menjilati putingku lalu beralih ke payudaraku yang satu lagi. Kedua putingku mengeras.

Tiba-tiba kurasakan jari Vega masuk ke dalam vaginaku. Dan ia memain-mainkan jarinya. Aku merasa nikmat, namun juga sedikit sakit. “Oohh.. Sakit, Veg..” ujarku. Vega terus menjilat dan menyedot putingku. Aku menggeliat-geliat sementara tanganku menjambak rambutnya. Saat itu Vega langsung membuka pakaiannya. Kami berdua kini sama-sama telanjang. Aku dapat melihat penisnya yang menegang, tersembul ketika ia melepaskan celana dalamnya. Bulu-bulu lebat memenuhi kemaluan dan pahanya. Tanpa basa-basi, Vega langsung memasukkan penisnya ke dalam vaginaku. “Aaww!!” Aku merasa kesakitan. Aku berusaha mendorong Vega, tetapi ia sangat kuat. Kelihatan sekali bahwa ia sangat bersusah payah untuk memasukkan kemaluannya.

Vega merentangkan kedua pahaku dan kembali berusaha memasukkan penisnya. “Akhh.. Sakit, Veg..” Lalu, bles.. tiba-tiba penisnya sudah masuk ke dalam vaginaku. Dengan cepat ia menggesek, mendorong penisnya dalam vaginaku. “Kamu suka nggak, sayang. Kamu suka nggak sama punyaku?” ujarnya sambil terus mendorong penisnya tanpa memperhatikan aku yang mengerang dan menjambaki rambutnya. Ditengah-tengah rasa sakitku, sebenarnya aku merasakan kenikmatan.

Lalu tiba-tiba Vega mencengkram bahuku dan tiba-tiba ia mengerang dan mengeluarkan penisnya dan menjulurkannya ke atas dadaku. Creett.. Sperma menyembur dan membawahi dadaku. Kulihat kepuasan di wajah Vega. Aku tak mengerti apa yang terjadi saat itu. Kemudian Vega menggeletakkan dirinya di sebelahku. Aku bangkit dan membersihkan sperma di dadaku. Saat itu aku melihat darah sedikit di atas sprei. Saat itu juga aku menyadari bahwa aku tidak perawan lagi. Benar juga, seperti kata teman-temanku, Vega memang memutuskan aku, beberapa hari setelah itu. Anehnya, aku tidak menyesal. Malahan saat itu aku merasa bahwa aku menjadi berbeda dan lebih kuat.

Selang beberapa tahun setelah itu, aku berpacaran dengan beberapa teman lelakiku dan selalu berhubungan initim. Begitu lepas SMA, Papa mengirim aku ke UK untuk sekolah manajemen. Di sana aku tinggal sendiri di sebuah apartemen milik kerabat Papa. Ada sebuah bar di sana yang bernama Lorga. Setiap akhir pekan aku selalu ke sana. Lama-lama, para bertender di sana kenal denganku. Saat itu aku betul-betul jenuh dengan kehidupan seksku. London sangat bebas. Aku pernah tidur dengan bermacam-macam lelaki. Black, White, Chinese, Japan, hampir segala ras pernah aku pacari dan getting laid. Pink, salah satu bartender di Lorga, yang kebetulan pernah getting laid denganku menyarankan untuk datang ke sebuah pesta pribadi temannya.

Lalu aku pun pergi ke sana. Rupanya pesta itu adalah sebuah pesta seks. Tanpa tahu temannya, aku pun bergabung dengan keramaian di sana. Ketika aku datang, semua orang sudah saling menempel dan ada pula yang sudah memulai. Musik underground terdengar memenuhi dadaku. Awalnya aku bingung hendak apa.

Akhirnya aku bergabung dengan sebuah kelompok di sebuah sudut, lima orang lelaki dan dua orang wanita, semuanya telanjang. Aku lepaskan seluruh pakaianku dan bergabung dengan mereka. Ketika aku mendekat, mereka semuanya tidak ada yang terganggu. Salah satu pria di situ, seorang pria latin (Namanya Ronnie, dari Itali) memiliki penis yang sangat besar “menganggur”. Yang lain, penisnya sedang di jilat oleh kedua wanita itu. Aku meremas penis pria itu. Pria itu sedang menjilati puting salah satu wanita di situ. Aku pun mulai mengulum penisnya.

Tiba-tiba kakiku direnggangkan oleh seorang lelaki. Aku merasakan basah di vaginaku. Rupanya seorang lelaki Negro tengah menjilati vaginaku. Tanganku mulai menekan-nekan penis pria itu sementara pria Negro itu menyedot vaginaku. Dan seorang lelaki yang sedang bercinta dengan seorang wanita lain menjilati puting payudaraku. Sungguh hebat dan nikmat. Aku sangat terangsang.

Tiba-tiba pria yang sedang aku sedot penisnya menarik kepalaku. Ia menatapku lalu menciumi bibirku. Kelihatannya ia ingin memasukkan penisnya ke dalam vaginaku, tetapi mereka mengeroyokku. Tiba-tiba si Negro membalikkan tubuhku. Rupanya ia ingin doggy style denganku. Ia memasukkan penisnya yang sangat besar ke dalam lubang vaginaku. Lalu ia mengocok penisnya ke dalam vaginaku. Aku sangat terangsang. Pria Itali itu memperhatikanku. Entah mengapa aku seperti tertantang. Terlihat seorang wanita di depanku baru selesai disetubuhi oleh seorang lelaki. Aku langsung menciumi puting wanita itu dan menciumi bibir wanita itu. Pria Itali itu mendekati kami dan memasukkan penisnya ke dalam vagina wanita itu. Doggy style juga, sama seperti si Negro denganku.

Namun aku tak mampu lagi untuk memperhatikan pria Itali itu karena tiba-tiba dua orang lelaki mendekati aku dan menarik rambutku, minta agar aku melakukan blow job. Aku lalu menjilati penis lelaki itu, sementara salah satu wanita di dekatku menghisap puting payudaraku. Malam itu malam terhebat yang pernah aku lewati. Tubuhku disembur oleh sperma dari bermacam-macam lelaki di situ.

Ketika pagi, tubuh-tubuh telanjang bergeletakan di lantai. Tanpa aku sadari. Pria Itali itu rebahan di sampingku. “What’s your name?” tanyanya. Akupun memberikan nama, alamat dan nomor teleponku. Ronnie, pria itu mengundangku untuk datang ke pertemuan berikutnya yang kebetulan dilaksanakan di rumahnya. Aku langsung menyanggupi. Ketika aku pulang, aku tetap tidak mengenali mereka, merekapun tidak mengetahui siapa aku, kecuali Ronnie.

Langsung ke weekend berikutnya, aku datang ke rumah Ronnie. Rupanya pesta belum dimulai. Hanya aku sendiri di situ, berdua dengan Ronnie. Kami tidak mengobrol karena Ronnie langsung menelanjangiku. Kali ini ia malah tidak melepaskan pakaiannya. Ia malah mengenakan sebuah rantai di leherku. “Your going to love this.” Katanya. Lalu Ronnie melepaskan kemejanya. Pada saat yang bersamaan, terdengar ketukan di pintu. Ronnie membukakan pintu. Tiga orang pria masuk. Salah satunya pria Negro bartender itu yang kulihat di pesta yang lalu. Mereka kelihatan senang melihatku. Langsung saja mereka melepaskan kemeja mereka.

Dua orang yang lain masuk ke kamar Ronnie dan kembali dengan sebuah kamera video. Ronnie mulai menarik rantaiku dan menyuruhku duduk di lantai. Pria Negro itu mengikatkan tambang kecil di seluruh tubuhku. Aku tidak dapat bergerak. Tangan dan kakiku diikat menjadi satu. Ronnie melepaskan celananya dan menekan kepalaku sementara si Negro memegangi pahaku dan mulai menciumi vaginaku. Pria yang lainnya mulai melepaskan pakaiannya sementara yang satu lagi merekam kami. Anehnya, aku benar-benar menyukainya. Ronnie benar. Aku menghisap penis Ronnie. Ronnie menjambak rambutku. Si Negro menjilati klitorisku hingga betul-betul becek. Pria yang satu lagi, lebih kurus dari Ronnie, si Negro dan yang memegang video menciumi payudaraku. Lalu si Negro selesai menciumi vaginaku. Ia memukuli pantatku hingga aku kesakitan. Mulutku penuh dengan penis Ronnie. Sementara aku merasa pantatku panas karena dipukuli oleh si Negro.

Si pria kurus melepaskan ikatanku. Si Negro menarik pinggulku hingga si pria kurus berada di bawahku, sementara Ronnie, sambil memegangi rantai leherku, terus kujilati penisnya. Tiba-tiba, si pria kurus memasukkan penisnya ke dalam vaginaku. Tetapi aku merasakan si Negro membuka pantatku. Awalnya aku agak cemas. Aku melepaskan penis Ronnie dari dalam mulutku, tetapi Ronnie, menarik rantai leherku dan menekan kepalaku agar aku terus menjilati penisnya.

Dan bleg, aku merasakan penis si Negro masuk ke dalam pantatku. “Akhh.. It’s hurt! ” jeritku, namun Ronnie menamparku dan kembali menarik rantai leherku dan memasukkan penisnya ke dalam mulutku. Aku merasa diperkosa. Si pria kurus menekan-nekankan penisnya ke dalam vaginaku, sementara si Negro terus menekankan penisnya ke dalam duburku, sementara si pria video terus merekam. Ronnie semakin keras menjambak rambutku. Tanpa terasa aku menikmatinya. Mungkin karena sempit, si Negro orgasme duluan. Ia menyemprotkan spermanya ke punggungku. Pria video kelihatan sangat horny. Ia mengoper video itu ke pria Negro dan menggantikan posisi pria Negro, membuka celananya dan mengeluarkan alat vitalnya yang sudah mengeras ke dalam duburku. Aku betul-betul merasa nikmat. “Aakhh.. I think I’m coming..” desahku.

Ronnie berhenti memaksaku untuk menjilati penisnya, sementara pria kurus terus menekan penisnya sambil menjilati puting payudaraku dan si pria video terus menekan-nekankan duburnya. oohh.. yeaahh.. akkhh!! I’m coming.. ” jeritku sambil merejang, menegang, sementara pria kurus terus mengulum puting susuku dan menekan-nekankan penisnya. Dan aku orgasme. Pria kurus tidak lama kemudian juga menyemprotkan spermanya. Begitu pula pria video. Pria kurus membanting tubuhku dan menyemprotkan spermanya ke tubuh dan mulutku. Aku merasa sangat lelah. Namun aku menggosok-gosokkan sperma ke seluruh tubuhku.

Pria Negro mendekatkan kameranya kepadaku, dari mulutku yang penuh sperma, ke tanganku yang mengusap-usapkan sperma dan ke vaginaku yang sangat basah. Setelah itu ketiga pria itu menciumi bibirku, putingku dan mengatakan bahwa aku sangat hebat. Ronnie masuk sambil membawa segelas air dan sebuah pil. Ronnie juga memujiku. Ia menyuruhku untuk meminum pil itu. Ia mengatakan bahwa aku akan menjadi pulih dan lebih kuat setelah minum pil itu.

Benar juga. Belum berapa lama, aku sudah merasa bertenaga. Aku menanyakan pada mereka untuk apa video itu. Rupanya mereka mengoleksi video-video semacam itu. Aku meminta kopinya. Aku tak keberatan dengan video itu. Aku menyukai dan sangat menikmati suasana tadi. Ronnie menawarkan aku untuk ikut kembali minggu depan. Namun minggu depan mereka akan mengadakannya di alam terbuka. Aku sangat tertarik. Begitulah kehidupanku di sana. Setiap akhir pekan, selalu ada new experience bersama Ronnie. Terkadang, aku merindukan suasana itu di Jakarta. Adakah?

TAMAT

Written on May 20th, 2012 , Uncategorized Tags: ,

Written on May 20th, 2012 , 2 Sejoli, Bule, Profesional Tags: , , ,

Kejadian tu jadi pada tahun 1995 di rumah Kakak kandung sulung aku. Di rumah Kak aku yang sulung nie cuma anak-anak (masih kecil), Abang ipar, kakak aku #3 dan aku. Kami tinggal serumah kerana aku dan Kak aku yang #3 tumpang sama atas pelawaan Kak aku yang #1 nie. Kami kerja dekat dengan rumah dia tapi lain-lain kilang. Ceritanya berkisarkan kisah benar bagaimana aku nampak Abang ipar aku (suami Kak #1) buat perkara sumbang dengan Kak aku #3 nie.. Biarlah aku gelarkan Kak aku yang #1 sebagai Kak Yah, suaminya Abang Rie dan Kak aku yang #3 nie sebagai Kak Jah.

Kisahnya begini. Pada satu malam aku balik lambat sebab overtime kat kilang. Sampai rumah semua orang dah balik kerja termasuk Kak Jah dan Abang. Rie manakala Kak Yah adalah surirumah sepnuh masa. Kak Jah dijemput dengan motor oleh Abang Rie setiap hari. Maksudnya setiap hari naik motor bersama. Kak Yah aku percaya habis kat Abag Rie dan takkan adik dia nak buat hal dengan suaminya pula. Atas dasar inilah maka terjadinya perkara ini. Oleh kerana letih sangat maka aku terus mandi, sembahyang dan tidur.

Kak Jah dan Abang Rie masih nonton TV di ruang tamu (duduk atas sofa belakang aku sebab aku tidur di ruang tamu.)Aku terlelap tapi terjaga sekitar jam 12 tengah malam sebab nak kencing. Aku hairan kenapa lampu dan TV masih belum ditutup dan bila kutoleh ke belakang Kak Jah dan Abang Rie dah takde. Kak Yah aku tahu dah lama tidurnya. Aku terdetik nak check bilik Kak Jah sebab pintu biliknya terbuka sikit dan aku nampak Abang Rie dalam kelambu bersama Kak Jah (tak buat ap-apa lagi) kononnya nak angkat Along masuk bilik dia (Along adalah anak Abang Rie). Maka aku tak terkejut sangat dan Abang Rie terus keluar dari bilik Kak Jah sambil angkat Along dan pada masa nie aku dah rasa semacam aje tentang kejadian nie. Aku buat tak tau saja. Lepas kencing aku terus tidur..

Hari-hari lepas tu aku start siasat apa yang sebenarnya sedang terjadi antara Kak Jah dengan Abang Rie manakal Abang Rie teruskan projectnya dengan Kak Jah seolah-olah aku tak tau apa-apa. Kak Yah pula lagilah tak tau sebab project hanya berjalan selepas dia nyenyak tidur dengan anaknya. Siasatan aku bermula dengan berpura-pura mandi pada sebelah malam (ketika project hampir masanya).

Abang Rie dengan Kak Jah duduk sembang kat dapur (sebab tu kena pura-pura mandi). Dari bilik mandi aku intai Abang Rie start projectnya (fikirnya ada masa ketika aku mandi). Mulanya hanya sembang sambil pegang-pegang tangan Kak Jah.. Lama sikit lepas tu mula dia raba-raba peha, selak kain, peluk dari belakang dan tahap paling tinggi adalah meramas buah dada Kak Jah. Kak Jah hany diam dan tak melawan sebab seronok dibuat macam tu. Hampir separuh baju Kak Jah dilondehkan supa senang Ang Rie hisap puting buah dada Kak Jah manakala aku pula sedang intai dari dalam bilik mandi.

Air paip terus keluar seolah-olah aku sedang mandi. Seronok pun ada geram pun ada bila benda tu berlaku di depan aku. Agak lama aku buat isyarat seolah-olah dah habis mandi. Cepat-cepat Kak Jah pakai baju dan Ang Rie pula terus ke ruang tamu berpura-pura tengok TV. Habis mandi aku terus tidur dan bila terjaga aku dapati Ang Rie ada dalam kelambu Kak Jah. Dlam tak jelas suasana tu aku dapat agak Abang Rie sedang menjilat alat sulit Kak Jah dan aku tak tahu sampai tahap mana mereka buat sebab aku terdengar Kak jah mengerang.

Salah satu adegan yang begitu menghairahkan berlaku antara Kak Jah. Kak Jah menjadi mangsa Abang Rie yang juga Abang ipar kepada aku dan Kak Jah hanya kerana Kak Jah suka membaca buku berunsur seks. Aku agak sebab inilah Abang Rie boleh memancing Kak Jah. Cover buku Kak Jah semuanya gambar yang menghairahkan walaupun cerita dalam bahasa inggeris. Kak Jah nie pun satu. Suka mandi bogel. Aku sendiri pernah intai Kak Jah mandi di kampung. Patutlah kain basahan dia kering selalu. Dari cerita Kak Jah (setelah diugut aku) tahulah yang Abang Rie dah lama rancang nak hisap madunya dari seawal dia menumpang disitu lagi. Kak Yah tak tahu hubungan terlarang antara suaminya dan dia. Maka berceritalah Kak Jah bagaimana dia bersama Abang Rie menikmati kehangatan seks bersama.

Hari itu adalah hari dimana Kak Yah berada dihospital menunggu masa untuk bersalin. Seminggu lamanya Kak Yah disana tapi masih belum waktu dia melahirkan anaknya. Abang Rie sebenarnya sudah berkeinginan sangat untuk berasmara dengan Kak Jah kerana Kak Jah adalah salah seorang kaka aku yang mampunyai body yang seksi dan bersuara manja. Kak Jah juga seorang yang mudah menyerah bila dirayu. Semasa Kak Jah sedang membasuh kain pada suatu malam, datang Abang Rie kononnya hendak merendam baju kerjanya.

Oleh kerana bilik air sempit maka bergeserlah dengan Kak Jah yang sedang berkemban itu. Saat hendak keluar setelah selesai merendam bajunya, sengaja Abang Rie rapatkan tubuhnya dengan Kak Jah agar terasa kehangatan tubuh Kak Jah. Tapi kali ini Abang Rie tidak terus keluar akan tetapi terus memeluk tubuh Kak Jah dengan penuh bernafsu sekali. Kak Jah pada mulanya terkejut dan menolak diperlakukan begitu tetapi tenaga Abang Rie amat kuat dan tidak terdaya hendak melepaskan diri dari pelukkannya. Setelah puas dirayu Kak jah akhirnya Abang Rie bersuara.

“Jah, apalah gunanya dengan hanya membaca buku sahaja tanpa merasai nikmat yang sebenar. Biarlah Abang berikan kenikmatan itu pada Jah. Hari ini adalah hari yang sesuai sekali. Tiada siapa yang akan mengganggu kita. Cukuplah jika Abang hanya bermain-main dari luar sahaja kerana kakak Jah adalah isteri Abang.”

Kata-kata itulah yang membuatkan Kak Jah terdiam membisu untuk masa yang agak lama. Saat itulah digunakan Abang Rie untuk mengucup bibir Kak Jah semahunya. Kak Jah tidak membalas tetapi dibiarkan saja. Dari kucupan di bibir turun ke bahu sebentar dan ke dada Kak Jah yang sedang berombak kencang menahan gelora yang melanda. Kak Jah benar-benar merelakan semua itu dan berharap ianya berterusan hingga dia benar-benar puas digomol. Abang Rie yang sudah faham akan diri Kak Jah sekarang ini terus memeluk sekuat hati. Kucupan dileher Kak Jah membuatkan dia kegelian dan memalingkan tubuh kearah lain. Abang Rie kini memeluk dari belakang Kak Jah sambil tangannya menanggalkan kain kemban Kak Jah tetapi dipegang Kak Jah dari terlondeh terus.

Dari situlah Abang Rie semakin bernafsu dan meramas buah dada Kak Jah semahunya. Ramasan demi ramasan dibuat tak henti-henti sambil lidahnya menjilat-jilat leher Kak Jah. Tak kurang juga seludangnya yang sedia mengeras ditekankan rapat ke celahan punggung Kak Jah. Mereka benar-benar bersatu ketika itu, dua tubuh melekap selekapnya. Kak Jah merengus keghairahan dalam kenikmatan digomol Abang Rie yang sememangnya berpengalaman.

“Jah, jom kita buat kat bilik, nanti orang nampak pula” rayu Abang Rie.
“Abang.. Jangan sampai dalam ye?”, balas Kak Jah dengan nada bernafsu meminta agar tidak dibenamkan seludang Abang Rie kedalam lurah berahinya.
“Abang janji Jah”, Janji palsu Abang Rie.

Kak Jah yang separuh bogel itu dipimpin sambil berpelukan oleh Abang Rie kedalam bilik Kak Jah. Kak Jah tidak dibaringkan terus tetapi dibiarkan berdiri sementara Abang Rie menanggalkan bajunya serta seluarnya, yang tinggal hanya seluar dalam. Begitu juga Kak Jah hanya kain batiknya dan coli sahaja dilondehkan Abang Rie. Kini kedua tubuh itu bersatu semula bersama kehangatan yang lebih kerana kedu-duanya berbogel Abang Rie terus meramas buah dada Kak Jah seperti di bilik mandi tadi, kali ini lebih ganas dan menghairahkan. Dipalingnya tubuh Kak Jah kearahnya dan dijilat-jilat serata buah dadanya yang tegak menggunung itu. Aku sendiri mengagumi kegebuan dan kegunungan buah dada Kak Jah selama aku mengintai dia mandi di kampung. Kak Jah tiba-tiba dibaringkan oleh Agang Rie diatas katil dan seluar dalam Kak Jah direntap Abang Rie.

“Jangan buat Abang..” pinta Kak Jah takut lurahnya diterokai Abang Rie.
“Jangan takut Jah.. Abang tak buat apa-apa..” kata Abang Rie sambil melondehkan seluar dalamnya pula.

Tubuh Kak Jah yang putih dan gebu itu ditindih oleh Abang Rie seolah-olah hendak membenakan seludangnya. Akan tetapi Abang Rie bijak sekali, dia hanya memeluk sambil menghisap puting buah dada Kak Jah serta tanganya merapatkan pinggangnya ketaman larangan Kak Jah. Perbuatan ini sememangnya menambahkan lagi keghairahan Kak Jah hingga tersekat-sekat pernafasannya menahan keseronokkan. Abang Rie bertindak lebih bernafsu dengan mejilat-jilat alat sulit Kak Jah.

Dibenamkan lidahnya sambil bergerak-gerak didalam alat sulit Kak Jah. Kak Jah mengeliat kenikmatan hingga terangkat tubuhnya hingga langsung menekan lagi kepala Abang Rie serapat yang boleh dicelah kangkangannya. Tiba masanya Abang Rie pula memberikan kenikmatan sebenar pada Kak Jah setelah melihat Kak Jah tidak dapat berkata-kata lagi dek kerana melayani keghairahannya. Abang Rie mengangkangkan kedua-dua kaki Kak Jah seluasnya langsung membenamkankan seludangnya tepat kedalam alat sulit Kak Jah. Ditekannya dalam-dalam sehingga habis dan disorongnya keluar separuh. Kemudiannya dibenamkannya semula. Begitulah aksinya berulang-ulang kali hingga Kak Jah menjerit perlahan penuh kenikmatan.

“Aaahh.. Abang.. Aduh.. Seronoknya Abang Rie.. Aaahh..”

Kini tahulah Kak Jah akan kenikmatan yang dimaksudkan Abang Rie sebentar tadi. Hampir 5 jam mereka beraksi hinggakan Abang Rie mahupun Kak Jah sendiri tidak dapt bangun dek kerana keletihan yang amat sangat. Abang Rie setelah selesai dengan hajatnya terus memeluk dari belakang tubuh Kak Jah sambil seludang masih rapat menekapi punggung Kak Jah yang mengiurkan itu.

E N D

Originally posted 2012-01-24 23:03:00.

Originally posted 2011-12-15 15:00:00.

Written on May 19th, 2012 , Foto Hot Tags: , ,

Pernah membayangkan gimana kalo Olla Ramlan yang cantik, putih dan sensual itu hanya mengenakan celana dalam saja. Apalagi kalo Celana Dalam Olla Ramlan itu berupa G String yang menggoda. Nah itu ada foto yang memperlihatkan gimana seksinya artis yang seringkali di identikkan wajahnya dengan Cut TaRI tersebut terpeleset dan secara tidak sengaja terlihat celana dalam yang ia kenakan waktu itu

G String Olla Ramlan memang menarik. Bukan karena merk atau bentuknya namun karena yang pake seorang artis yang biasanya menjadi fantasi para lelaki. Walaupun cuman bentar tapi video g string olla ini ternyata banyak yang ingin mencari dan melihat lebih dekat sosok artis yang masih saja terlihat cantik dan seksi tersebut. Kita tunggu saja mungkin suatu saat ada kemben melorot dari artis Indonesia lainnya seperti yang pernah terjadi sebelumnya

Originally posted 2011-04-08 06:38:00.

Saya Fian, 33 thn seorang pengusaha muda yang baru merintis . Cerita ini sebenarnya sudah lama berlalu. Namun, karena pengalaman yang sangat mengesankan sehingga sulit untuk dilupakan. Berawal dari liburan panjang ke rumah nenek di daerah Garut sekitar pertengahan 2003, waktu itu saya masih mahasiswa di sebuah pergutruan tinggi negeri di Jakarta. Di Jakarta saya tinggal koskosan di daerah Pejaten, Jak-Sel. Orang tua tinggal di Bekasi. Karena ingin menghemat makanya saya tinggal di dekat daerah kampus. Seminggu sebelumnya nenek menelepon saya untuk mengajak liburan ke rumahnya di Garut.

Nenek :

Written on May 19th, 2012 , Uncategorized Tags: , ,

Kalau nafsu birahi sudah memuncak, soal tempat dimanapun jadi. Ungkapan ini mungkin yang cocok untuk menggambarkan fenomena unik dan aneh tentang perilaku orang-orang yang nekat dan berani sekali melakukan hubungan seks di sembarang tempat.

Ngentot di sembarang tempat memang benar-benar gila! umumnya orang akan malu bila hubungan seks nya diketahui orang lain, apalagi banyak orang. Tak hanya anak kecil saja yang punya rasa malu, remaja, anak SMP, anak SMA, orang-orang dewasa, bahkan orangtua dan lansia pun harusnya juga memiliki rasa malu. kalau sudah tidak memiliki rasa malu, beginilah ceritanya.

Berhubungan intim di tempat umum biasanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki fantasi seks tertentu. Jelas saja, fantasi seks orang-orang tersebut adalah melakukan hubungan seks di tempat terbuka atau di luar ruangan (outdoor).

Fenomena ngeseks di tempat terbuka biasanya terjadi di halaman rumah, belakang rumah, pekarangan rumah, mungkin di atas genteng atau di atap rumah? hahaha

Originally posted 2011-12-14 05:05:00.

Written on May 18th, 2012 , Artikel Dewasa Tags: , , , ,
UPDATE AVG 17 MEI 2012 TERBARU - Kali ini update UPDATE AVG 17 MEI 2012 TERBARU dan besok update UPDATE AVG 18 MEI 2012 TERBARU jangan lupa liat UPDATE AVIRA 17 MEI 2012 TERBARU 

DOWNLOAD UPDATE AVG 17 MEI 2012 TERBARU

 Demikian UPDATE AVG 17 MEI 2012 TERBARU semoga bermanfaat.


Tags : UPDATE AVG 17 MEI 2012 TERBARU,UPDATE AVG  17 MEI 2012 HARI INI,UPDATE HARI INI AVG  17 MEI 2012 TERBARU,UPDATE AVG  KAMIS 17 MEI 2012.

Written on May 18th, 2012 , Uncategorized Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,
Username and Password ESET NOD32 17 Mei 2012 - Seblumnya kita udah UPDATE AVIRA 17 MEI 2012 TERBARU dan UPDATE AVG 17 MEI 2012 TERBARU.dan besok update juga Username and Password ESET NOD32 18 Mei 2012.

Download Username and Password ESET NOD32 17 Mei 2012

Demikian Username and Password ESET NOD32 17 Mei 2012 semoga bermanfaat.

Written on May 18th, 2012 , Uncategorized Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Saru Seru is proudly powered by WordPress and the Theme Adventure by Eric Schwarz
Entries (RSS) and Comments (RSS).

Saru Seru

Saru yang Seru